LOVE BEARS ALL THINGS. BELIEVES ALL THINGS. HOPES ALL THINGS. ENDURES ALL THINGS. (Corinthians)

Wednesday, February 20, 2013

Berpacu dalam Jantung

Awalnya aku didiagnosis Supraventural Trancydral atau SVT, ada 'kabel' yang tidak berguna nempel deket 'kabel' normal di area jantung, gak sampe membahayakan hidup sih. Ini bawaan lahir, dan karena usia makin bertambah kabel yang gak normal ini, makin bergairah dan berdenyut gak karuan. Serangannya datang tiba-tiba, saat aku menunduk atau meraih sesuatu barang yang letaknya lebih tinggi. Denyut jantungku bisa hampir sama dengan pelari yang sampai digaris akhir 200-240beat per menit. Dadaku sampai sakit, agak sedikit pusing tapi akan hilang begitu saja saat aku berbaring terlentang selama kurang lebih 30-45 menit. Kadang- kadang aku masih dapat cuek melakukan kegiatan seperti biasa. Apabila aku lari atau bersepeda statis, sanggupnya hanya sampai 20 menit dengan kecepatan biasa, selebihnya aku merasa capek dan ngos-ngosan.

Sante, suamiku aja yang greget, lalu dia membuat appointment dengan Cardiologist. Waktu diperiksa melalui EKG (Electrocardiogram), dan treadmill nampaknya normal. Dokter memberikan alat berupa heart monitor, yang ditempel dibadan selama 24 jam. Eh, di jam yang ke-20 serangan itu datang, jadi rekamannya ada. Si Cardiolog ini refer aku ke Dr. Asser Alexander, MD seorang Cardiology dan Clinical Cardiac Electrophysiology. Sebelum ketemu, kami melakukan background check. Di jaman digital gini kita justru dianjurkan untuk mencari informasi sebanyak mungkin dokter yang diinginkan, dari usia atau ada catatan buruk maupun review dari pasien yang lain. Kaya milih restoran ajah!

Jadilah kami ketemu dokter Asser (40th) after Christmas 2012. Aku dan suamiku sepakat mengatakan dia sangat pintar dan komunikatif. Ada lho yang pinter tapi susah berkomunikasi, ada juga yang cerewet dan komunikatif tapi gak ngerti apa yang diomongin.
Anyway, berdasarkan diagnosis bahwa aku mengidap SVT, dia bilang bahwa "kabel bercabang" tersebut bisa dihilangkan. Caranya aku dibius lalu dia akan memasukkan alat melalu pembuluh darah Vena dari pangkal paha. Lama prosedurnya juga gak sampai 1-2 jam, dan aku gak akan perlu nginap di rumah sakit. Akhirnya kami sepakat jadwal prosedur diawal bulan Februari.

Seminggu sebelum operasi, aku diharuskan untuk blood work, sampai 4 tubes darah diambil dari tubuhku, untuk memastikan kadar gula dan oksigen dalam darah cukup normal, juga aku tidak sedang hamil sekaligus aman untuk dibius :D
Beberapa hari dari jadwal operasi, mereka post-poned karena Dokter akan menangani pasien yang lebih serius. Okelah, toh aku tidak urgent banget!

Pada hari H, sejak dari midnight aku puasa dan masih diperiksa darah lagi, karena blood test sebelumnya sudah lewat 2 minggu!. Di ruang persiapan operasi di Adventis Hospital Washington, dua perawat melakukan interview. Padahal aku tahu, file mengenai keadaanku ada ditangan mereka. Entah mereka ingin memastikan aku dalam keadaan sadar dan jujur. Lalu mereka minta aku menanggalkan semua pakaian dan menggantinya dengan daster!.
Suamiku ditinggalkan dalam ruang tunggu dengan kunci locker dari barang2ku.

Kemudian aku dibawa ke ruang operasi, Sante diajak ikut sampai depan pintu, dimana aku diserahkan pada perawat lain yang akan membantu dokter diruang operasi. Disitu mereka memasang cairan infus biar aku tidak dehidrasi. Setiap tindakan yang mereka lakukan, dalam hal ini perawat, selalu mereka jelaskan, makanya aku jadi ingat dan tahu. Hey, this is my first surgery in my whole life. Selama hidupku aku tidak pernah sakit parah yang mengharuskan operasi atau nginap di rumah sakit, Thank God!.
Dokter Asser menemui kami lagi, menjelaskan ulang prosedur operasi dan selanjutnya, aku diminta menandatangani dokumen prosedur mereka secara tertulis juga penjelasan mengenai sedative atau happy juice.

Sante menanyakan if i got nervous or scare, and I said not at all!.  Tentunya aku berdoa dalam hati.  Setelah ciuman panjang dan menyerahkan kacamataku, akhirnya aku dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Di sana aku ditempelin pad yang dingin di bagian belakang untuk menyesuaikan keadaan suhu tubuhku dan EKG monitor di seluruh bagian depan dada dan masker oksigen. Dokter bagian anastesia datang chit-chat bentar dan dia bilang here come the happy juice! Selanjutnya aku gak sadar ajah!

Pas sadar aku udah berada di ruang ICU (Internal Care Unit). Ternyata proses operasi tidak berjalan bagus. Dokter berhasil memotong 'kabel yang tidak beguna' itu, tapi entah kenapa, dia susah juga menjelaskan, bahwa kabel yang normal juga ikut kepotong!!. Alhasil, denyut jantungku drop dibawah normal. Normalnya adalah antara 60-100beat, dan aku sampai 40!.

Namun dia memberikan solusi untuk dipasang Pacemaker atau alat pacu jantung. Alat ini, semacam baterei dan diprogram secara computerize untuk memacu jantung berdenyut secara normal. Dokter memberikan waktu semalam, untuk melihat apakah ada perubahan.
OMG, I was cried and very upset, apalagi menerima kenyataan bahwa aku harus nginap di rumah sakit dan suamiku harus pulang rumah!. *drama banget sih...

Aku gak bisa tidur semalaman, karena perawat bolak-balik ngecek keadaanku. Tiap jam secara otomatis alat pengukur tekanan darah yang menempel dilenganku menggembung, belum lagi bunyi alarm dari EKG monitor kalau aku bergerak dikit. Dua shift perawat yang merawatku baik banget, mereka dari Filipina dan Pakistan. Sepanjang malam suasana ICU kaya ASEAN conference, banyakan asal negara dari para perawat.

Besok pagi-pagi, Sante datang setelah dia riset kecil tentang Pacemaker dan meyakinkan aku: bahwa lebih dari 3 juta orang di dunia diselamatkan hidupnya melalui Pacemaker. Memang kebanyakan adalah orang tua dan wanita, tapi banyak juga anak-anak dan remaja. So finally, I am ready! 
Kemarin sore, aku hanya minta teh manis dingin dan makan roti aja, dan aku harus puasa lagi! Sementara jadwal oprasi-nya jam 12 siang.

Prosesnya sama, dan waktu operasi kurang lebih 3 jam. Jadi dokter membelah kulit dibawah tulang belikat, lalu menempelkan Pacemaker yang berukuran sebesar jam tangan pria dan menyambungkan kabelnya (leads) itu ke jantung.

Jam 3 lewat, saat aku buka mata dan melihat Sante berada disisiku. Aku berada di ruang pasca operasi, dimana mereka akan melalukan X-Ray, memastikan Pacemaker itu terpasang bagus dan kebelnya tidak menganggu paru-paru. Sesudah itu aku dibawa ke ruang biasa untuk nginep semalam. Kali ini bener-bener aku haus dahaga dan lapar luar biasa, dan makanan rumah sakit tetep aja gak selera, untung tidak ada pantangan diet. Aku tidak dibiarkan meninggalkan tempat tidur, karena masih pengaruh obat bius.

Besok harinya, sehabis lunch time, aku di release pulang dengan dokumen dos and don'ts. Antara lain tidak boleh mandi atau berendam selama 3 hari, no sex for 2 weeks, light activity, no driving 2-4 weeks!.

So here I am, sangat menyambut anggota baru tubuhku dan membiarkan dia memacu jantungku. Sudah hampir seminggu, lukanya masih terasa sakit, tangan kiripun masih sakit diangkat apalagi sampai sejajar bahu, katanya butuh sebulan untuk sembuh total. Setelah itu, aku bisa beraktifitas biasa, bahkan akan terasa seperti muda 20 tahun. WooHoo...can wait!

Akupun langsung bergabung dengan Pacemaker Club secara online, dan mendapatkan informasi bermanfaat. Sebelumnya aku telah ditemui oleh representative dari Pacemaker manufacture untuk memastikan beroperasi dengan sempurna dan dibekali dengan ID. Puluhan tahun lalu produksi Pacemaker tidak aman untuk peralatan rumah tangga seperti Microwave, Radio atau Speaker. Tapi sekarang, atas kemajuan teknologi semua kendala itu teratasi. Kecuali saat pemeriksaan metal detector di Airport, aku hanya tinggal menunjukkan ID dan terutama saat MRI (Magnetic Resonance Imaging) Scan tubuh dan otak. Amit-amit sih, semoga aku gak akan melewati proses itu.

Sunday, May 6, 2012

May the 7th

Hari ini Meyda, adikku perempuan satu-satunya berulang tahun, usianya dibawah 2 tahun dari aku.


Berada kejepit antara aku yang tertua dan adikku laki-laki, dia kadang menjadi kagok. Perhatian orang tua kita tertuju padaku dan adikku laki-laki yang memang lebih membutuhkan perhatian "khusus", rada bandel soalnya!


Meyda tumbuh menjadi orang yang pasif, pendiam, dan cenderung pemalu, juga sabar dan pengalah tapi paling susah mengambil keputusan, banyak miripnya dengan almarhumah mama.
Sifat kami berdua bagai siang dan malam, aku cenderung aktif, agak agresif dan sangat initiatif tapi relatif sih, tergantung mood juga. Aku juga lebih gaul, suka adventure, berani mencoba hal-hal baru dan kadang nyerempet bahaya.


Sewaktu kecil, seringkali kita berantem sampai papaku menghukum kami berdua dengan mengurung dalam WC pembantu!!. Masalah berantem kadang sepele, dari barang-barang mainan, peralatan sekolah atau baju. Aku orangnya cenderung selfish dan mau menang sendiri. Barang milikku tidak boleh dipakai atau dipinjam, tapi kadang aku seenaknya menggunakan barang2 adik2ku. Curang banget yah?!


Satu hal yang kami yakini bersama adalah ajaran orangtua yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap hal. 


Saat Meyda lulus kuliah, dia hijrah ke Jakarta dan merintis karirnya. Setahun berikutnya, papaku pensiun dan kena stroke, akhirnya dia balik lagi ke Manado. Bersama mama dia membantu merawat papa. Ada saat-saat dia bosan karena sulitnya mencari pekerjaan dan harus stand-by karena papa beberapa kali harus di opname lama dirumah sakit. Sementara adikku laki-laki kuliah di Bandung dan aku kerja di Jakarta.


Setelah papaku berpulang, yang tak lama diikuti oleh adikku, Meyda masih berkelut dengan Mama yang kesehatannya menurun. Satu bulan aku unpaid-leave dan tinggal di Manado ikut merawat mamaku. Aku menyaksikkan sendiri, saat itu Meyda berada di puncak karirnya dan perhatiannya terbagi pada mama. Biarpun kami memiliki seseorang yang khusus menjaga mama dan perhatian dari orang tua, kakak-adiknya, tapi keadaan mama membutuhkan penangana khusus 24 jam. Dan akupun angkat jempol, karena Meyda begitu telaten dan handal menghadapi Mama.



Saat Mama berpulang ke rumah Tuhan, dia yang begitu tegar tapi akhirnya menangis sambil meratap. Aku sempat memarahi dan mengingatkan saat kita dan mama kehilangan papa dan adikku. Tak ada ratapan!!. Seorang tanteku bilang bahwa begitulah cara dia mengekspresikan emosinya. Cuman, aku tetap berprinsip bahwa itu bukanlah cara orang beriman menunjukkan emosinya.


Apart from a set of parents, we've shared some of the most precious moments in our lives. With each passing year on your Birthday, these vivid memories just keep getting stronger in my mind. I make a wish to God today that these memories never fade out. On your special day today, let's recount the memories that we've shared in our childhood, hoping that our bond never weakens. You're my blood sister and nothing in the world can change that! Wishing you a very happy Birthday sister! I Love you!

Sunday, April 22, 2012

Are you happy?

Kalo datang saatnya bete, entah itu karena berantem hal sepele, atau emang emosi jiwa bawaan datang bulan pasti aku bakalan diam berjam-jam dan susah diajak ngomong. Suamiku yang coba membujukpun gak bakalan mempan. Kata-katanya sanggup membuat airmataku makin tercurah. Bujukannya dari: Babe, this is my fault, I am really sorry, bla bla...sampai kata-kata: Do I make you not happy?!.


Lalu aku jadi bertanya dalam hati: Am I happy?.

Anak sebatang kara, tinggal punya seorang adik kandung, sahabat-sahabat lamaku dan saudara jauh dimata pula. Kerjaan dan banyak kemudahan tinggal di tanah air, adalah yang paling banyak menyebabkan aku sedih dan kangen tak terkira. Terus jadi mikir, alangkah bahagia dan mudahnya hidupku dulu, dikelilingi keluarga dan sahabat. 

Beberapa hari lalu, aku menerima BBM dari tanteku bercerita tentang istri dari John Calvin Maxwell seorang Evangelical Christian author, speaker, and pastor who has written more than 60 books, primarily focusing on leadership. Setelah suaminya usai jadi pembicara, istrinya ditanya, apakah John membuat dia bahagia. Dan dia menjawab TIDAK!
Happiness is not a given. Its a choice. We get to decide!

My husband is the best thing ever in my life. Dia baik hati, rajin banget dan pekerja keras, jujur, terbuka apa adanya, sensitif, gak pelit tapi penuh perhitungan, penolong, gak pencemburu, funny dan banyak hal positif yang aku dapat darinya. Tentu saja itu membuat aku bahagia.

Namun aku sadar bahagia yang hakiki itu harus dari dalam diri kita, kuncinya hanya bersyukur setiap saat, apa yang kita miliki dan hadapi, serta melihat sesuatu dari sudut positif. Jangan pernah menghitung hal buruk yang pernah terjadi, sedang atau akan terjadi. 

Orang lain, saudara, sahabat bahkan suami-istri, bukan orang-orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita. Kita sendirilah yang memiliki kuasa untuk menyetir ke arah bahagia. Tentu saja peran dan kehadiran mereka cukup menunjang, cuman kitalah yang sanggup memainkan pikiran dan perasaan bahagia itu.

Thanks to teknologi, internet and smart phone, dimana aku bisa mendapatkan cerita-cerita terbaru bahkan ledekan khas dari sahabat-sahabatku yang jauh ditanah air.
Aku juga mendapatkan teman-teman baru dari lingkungan kerja dan gereja yang masih membutuhkan waktu yang banyak untuk menaikkan level mereka menjadi sahabat. Sekarang aku memiliki keluarga baru, pekerjaan dan hal baru setiap hari memperkaya pengetahuanku.

Aku jadi inget sahabatku dulu suka ngomong BITERHAMEN, buat orang-orang yang muna', yang artinya BIbir TERtawa HAti MENangis! Well, aku juga gak mau jadi seperti itu. Pengennya sih jujur aja, sedih sesaat itu manusiawi koq, menangislah. Yang penting sesudah itu, move on and be happy!!

The secret of happiness is to count your blessings....(William Penn)

Sunday, March 4, 2012

P.e.t.s (1)

Kecintaan pada anjing dan kucing atau hubungan mereka dengan manusia banyak menginspirasi insan Holywood hingga menuangkannya dilayar lebar. Dari Scooby-Doo, Lassie, Benji, Beethoven, Air Bud, 101 Dalmations sampai dengan Marley and Me. Semua itu film favoritku dan aku bisa nonton berkali-kali, dari yang ketawa sampai nangis tersedu-sedu, padahal udah hapal banget jalan ceritanya.

Aku ingat pas masih kecil, kami punya anjing namanya Bleky, badannya gede dan bulunya hitam semua, kecuali telapak 4 kakinya yang putih. Tapi waktu itu, orang tua kami memberi "jarak" bergaul dengannya. Bleky gak boleh masuk kamar tidur atau duduk di sofa. Mungkin karena dia kutuan, padahal kami suka rame-rame memandikan seminggu sekali dan menabur bedak Doris. Bleky tidurnya di garasi, dan waktu itu anjing memang buat jaga rumah. Makanannya dimasak, antara campuran nasi dan ikan atau nasi dan tulang babi/sapi. Kami sekeluarga juga suka mengajak Bleky berenang di Pantai Tasik Ria, kayanya dia gak perlu belajar, langsung tau aja tuh berenang, sementara kami dulu masih pakai pelampung. Bleky meninggal karena uzur dan sakit, gak kepikir untuk dibawa ke dokter.

Perlakuan hewan peliharaan (Pets) disini layaknya manusia, bahkan dijadikan bagian dari keluarga. "Come to Mommy, my boy" or "Go to daddy" itu perintah atau ajakan dengan gaya baby talk buat anjing dan kucing. Tak jarang mereka juga ikutan tidur di tempat tidur, travelling, atau ke Mall. Obama aja gak sungkan membawa Bo, anjing Portuguese water-nya ke PetSmart naik limo kepresidenannya.

Ada teman cerita, begitu dia pulang rumah setelah beberapa hari business travelling, yang paling excited menghujani ciuman kegirangan si Bella, anjing Pomeranian mereka daripada sang istri dan anak remajanya. Tak jarang mereka menamakan anjing atau kucing dengan nama orang atau after loved one yang udah meninggal. Iparku menamakan Nico anjing Shih Tzu dari om favoritnya, si Rocky, Chihuahua tetangga kami karena mereka suka Rocky di petinju dan SharonS (sengaja pake 'S') adalah nama dari anjing Yorkshire Terrier teman kami Dave, bujangan yang mengidolakan Sharon Stone. Organist di gereja kami menamakan kucing Siberian-nya Winslet, yang dia peroleh saat film Titanic booming dan diperankan Kate Winslet. Ada pasangan kucingnya Leonardo, sayang meninggal duluan. Lho koq persis kaya di film?! Haha....


Living cost buat pets lumayan tinggi, dari makanan kaleng, litter, shampoo khusus, kunjungan ke Vet setiap 3-4 bulan sekali, vaksinasi, general check-up, mulai dari berat badan, tekanan darah, jantung, pendengaran-penglihatan, belum lagi buat manicure dan potong rambut, dan lain-lain.

Kami punya kucing Persia, Mr.B, usianya 14 tahun, kalo dikonversi ke usia manusia, sekarang dia berusia 72 tahun. Matanya yellow terang jreng, warna bulunya abu-abu tebal sekali. Setahun dua kali kami memangkas sampai cepak. Makanan kalengnya disimpan di lemari khusus, dikasih 2X sehari, menunya sampe 7 jenis, ada Tender Beef, Liver, Chicken dari yang Grilled, Gravy, Marinated. Belum lagi Treats/Cemilan Tuna dan Skinless Chicken yang punya nutrisi dan low fat katanya bisa buat kesehatan jantung dan penglihatan. Total pengeluaran dia selama setahun bisa abis $2000-3000!

Mr. B sangat manja dan manis, gak pernah main keluar rumah dan kalau lapar, pasti dia hanya merengek-rengek halus, lalu stand by di tempat makannya. Kadang-kadang dia kena "hair ball" karena suka ngemil rambutnya sendiri, akibatnya dia malas makan. Tapi Mr.B suka cari akal, makan daun palm, yang membuat dia "throw-up". Kata suamiku dulu dia sangat lincah, bisa melompat sampai ketinggian 3 meter. Sekarang dia udah tua, banyakan ngumpet sambil tiduran, kami harus mencari dan mengajaknya duduk untuk dielus-elus. Mr. B paling doyan berjemur kalau ada matahari dari jendela. Dinihari, dia pasti menyelinap dikamar tidur kita, dan diam diantara kaki kami berdua. Dia pasti latah begitu alarm berbunyi, ikutan nyahut juga, sekalian ngasih tahu kalau dia itu mau pipis, wuaahh ribuut banget dah!


Dulu, aku juga sangat dekat dengan anjingnya sahabatku, Doggie!, dari pertama kali Doggie ditemukan di kawasan Menteng, sampai dibawa beberapa kali vaksin di Ragunan. Ikut menyaksikan saat Doggie dapat mens pertama, selalu tak lupa menyisakan tulang-tulang sehabis makan di Sup Sum Sum Blok A. Aku juga ikut mengantar dan menjemput dari rumah sakit hewan waktu dia operasi kandungan.
Jadi kangen snuggling ama Doggie, apalagi kalau dia habis mandi dengan shampoo beraroma lavender. Kabarnya Doggie sekarang harus diet karena obesity.

Sayang sekali, banyak juga orang yang sakit jiwa dan melampiaskan kemarahannya dengan menyiksa pets-nya. Mereka di abuse oleh manusia-manusia tak berperikebinatangan, sampai membuat hewan-hewan tersebut cacat. Di koran dan di TV disini sering ada iklan dengan menampilkan wajah anjing atau kucing dengan pandangan menyayat hati dan keliahatan sangat traumatik. Endorsement dari Sarah McLachlan dan lagunya Angel, meskipun beberapa kali udah ngeliatnya, tetep aja aku terharu biru.  Iklan dari ASPCA tersebut minta donasi buat shelter/tempat penampungan atau untuk mengadopsi.

Beagle Puppy

Miniature Schnauzer
Pengen juga berpartisipasi dengan mengadopsi anjing yang cutie kaya Beagle puppy atau Miniature Schnauzer yang hypoallergenic, tapi kami masih punya kucing dan pengen punya baby beneran dulu ah!
I promise, I'll be part of this circle, one day!




Wednesday, February 15, 2012

Valentine's Day

Jadul, menjelang Valentine's Day, aku udah sibuk siapkan karton pink, pita, lem, spidol gold atau silver, dan pernak-perniknya berkreasi membuat kartu sendiri. Pas hari H, kartu itu dibagikan atau tepatnya tukeran dengan temen-temen sekelas. Akhir tahun di SMA, kita rayakan dengan party. Kebetulan ada temen yang punya restoran, tinggal kita urunan buat makanan. Serunya, hampir semua datang sesuai dress-code: baju pink, termasuk cowo-cowonya!
Acaranya; break-dance, slow dance dan group dance dan tentunya pemilihan the best couple. No Alcohol  tapi meriah aja tuh.

Sekarang, anak SD udah ngerti dengan Valentine's. Mereka membawa kartu dan coklat ke sekolah buat dibagikan buat temen dan guru-guru. Pulang sekolah, sang mama yang nikmati coklatnya.

Di Amerika sendiri, menurut survey mereka membelanjakan sebesar $17,6 billion buat Valentine. Kalo gak percaya klik aja kalimat berwarna biru. Angka ini lebih banyak dari Halloween dan dibawah sedikit dari Natal! WOW!
Memang masih jauh dari total harta Angelina Sondakh dan bisa beli 2 pesawat buat SBY!

Rata-rata seorang pria belanja sekitar lebih dari $100. Mereka membeli bunga, kartu, boneka, coklat, makan malam, lingerie dan jewelry. Tak jarang mereka memanfaatkan momen Valentine buat melamar kekasihnya. Anak-anak dan remaja juga membeli coklat dan kartu buat dibagikan ke teman, orang-tua, kakak-adik, oma-opa dan guru-guru mereka. 
Kelihatannya hari Valentine seakan kesempatan buat pria memanjakan kekasih ataupun istrinya. Di pojok jejeran jualan kartu, banyakan terlihat buat Wife sedangan pilihan Husband sedikit, haha. Kelimpungan juga aku harus cari buat suamiku.

Valentine's Day tahun ini adalah yang kedua setelah kami menikah. Tahun lalu makan malam dan kalung bentuk hati adalah hadiahnya. Kali ini aku dapat jadwal untuk menjalani prosedur endoscopy. How cute, huh?!. Malam sebelumnya, ST memberikan bunga Red Roses dan Asiatic Lilies, cincin dan 2 buah kartu. Dia punya kebiasaan memberikan 2 kartu, rasanya dia butuh buku untuk mengungkapkan perasaannya!. Padahal kata-kata di 1 kartu aja udah membuat aku melted!. Pagi harinya dia ijin kerja dan mengantarkan aku ke dokter, sejak malam aku puasa dan terus diingatkan: No Water, No Cappucino, No Ciggy!. 

Dia menunggu selama 3 jam sementara aku menjalani endoscopy, pake dibius segala pula!. Usainya, aku dibawa pulang dan masih keliyengan tanpa napsu makan.
Kita take away makan siang, dan aku cuma bisanya makan sup wonton, karena tenggorokanku masih susah nelen. Perhatian dan kasih sayangnya...., are the best Valentine's Day celebration ever!!

Aku juga setuju ungkapan tanda cinta gak perlu dengan materi atau nunggu sampe Valentine's Day. Aku dan suamiku tiap hari rutin bertukar kisses 2x pagi, bangun dan berangkat kerja juga 2x malam, pulang kerja dan sebelum tidur, dan tentunya kata-kata ILY. Ciuman sepintas dan ucapan thank you rasanya manis didengar, setelah salah satu kita bantu untuk memberikan remote control, menaikkan heater atau menggantikan handuk lama. Pandangan serius dan kata-kata sorry setelah kita berbuat atau berkata sesuatu yang bodoh dan tak sepantasnya, buat aku adalah cinta.

Bersyukur untuk sesuatu yang kita alami dan lalui, untuk semua yang kita miliki adalah cinta. Cinta yang kita sampaikan buat Tuhan, sumber kuat dan murninya Cinta. Kita hanya perlu melebarkan misi dan menebarkan cintaNYA, buat suami, istri, anak, orang tua, kekasih, sahabat, tetangga, rekan kerja, bahkan orang yang kita temui di jalan.

Thank you dan Sorry bila kita berikan sungguh-sungguh, sanggup menyejukkan hati penerimanya, dan rasanya indah dicintai. Hope we all in spirit to spread the love! Happy Valentine's Day!


Tuesday, February 14, 2012

Whitney Houston

Akhir tahun '80an sampai 2000an, tembang-tembang Whitney Houston merajai kancah permusikan dunia, dan ikut mewarnai kisah kasih dan perjalanan masa remajaku. She was really grew-up with me!


Kematian mendadak Whitney Houston membawa anganku kembali saat lagu-lagunya berjaya. "Saving All my love you" dan "How will I know" juga "Greatest Love of All" albumnya yang dirilis tahun '85. Kasetnya dibolak-balik side A-side B, didengerin sambil berasa romantis, kangen ama pujaan hati yang aku tinggalkan di kota lain. Lagu-lagu itu juga yang ikut meramaikan saat kita camping atau jalan-jalan ke luar kota bersama temen-temen SMA. 


Memasuki masa kuliah —"I Wanna Dance with Somebody","So Emotional" "I'm Your Baby Tonight" menemaniku. Aku ingat, karna jadwal kuliah siang, hanya aku sendiri dirumah, kaset "I'm Every Woman" di puter kenceng2 dan aku dance serasa jadi Super Star!. Lagu riang ini tak jarang jadi opening, saat aku siaran di Radio Memora, bikin semangat dan menebarkan keceriaan buat pendengar. Kadang kalo pulang kuliah,kita suka milih-milih mikrolet yang puter lagunya Whitney pasti langsung naik, dibandingkan Dian Pisesha yang mendayu-dayu, ogah deh!. Hey, loud-speaker di mikrolet-Manado bisa di denger dari jarak 50 meter lagi!!


Kemudian lagu-lagu syahdunya kaya "Where Do Broken Hearts Go "Didn't We Almost Have It All", lagu "One Moment in Time", juga menemani saat aku siaran radio malam hari, juga buat orang yang pengen relax. Lengkingan suaranya tetap indah buat Whitney, mau nyanyi sendu atau rancak!


Aku nemu klipingan, saat koran lokal interview dan memuat profil kegiatanku siaran di Radio. Aku dengan gamblang bilang penyanyi favoritku adalah Whitney Houston!!

Memori manis dengan lagu-lagu WH masih mengikuti jalan hidupku, tahun '92 kelar kuliah, aku pindah Jakarta, dan munculah film The Bodyguard. Akupun menonton dengan pacar tersayang. Soundtrack lagu "I Will Always Love You" gempar dan menggema dimana-mana. Ironis-nya lagu itu koq jadi theme song 'udahan'nya aku ama sang pacar yang menikah dengan pilihan orang tuanya. :(


Lalu, lagu-lagu seperti "Run to You", "All at once", "Miracle" menemani hari-hari aku meniti karir, yang kadang cuma aku dengar di radio saat perjalanan berangkat dan pulang kerja, menjelang tidur atau jalan-jalan di Mall. Sering juga jadi pilihan pas karaokean bareng atau gak song request kalo kita rame-rame ke Cafe dan band-nya asik!

Memasuki bulan Desember, lagu natal klasik dari kaset Whitney Houston juga bikin kangen Manado dan membuat aku memutuskan pulang merayakan Natal bersama keluargaku tercinta. Gimana gak meleleh, dengerin "I'll Be Home For Christmas".


Memang dengan makin bertambahnya waktu ke sini, banyak banget incredible singers yang aku suka, dan lagi pertengahan 2000 hingga sekarang gak ada lagu baru lagi yang dikibarkan mbak Wit ini. Jaman dulu dengerin lagu lewat kaset, dan sekarang liat video-nya lewat youtube, seru banget. Jadi inget gaya eighties, make up mata warna-warni, stretch jeans ketat, rambut kribo, jaket jeans pendek! 


Di usianya yang ke-48, sang Diva berpulang pas deket Valentine's Day, lagu-lagu cintanya bergema di iPod-ku hampir 12 jam. Dengerinnya bercampur rasa; duka, trenyuh, senyum geli dan senyum-sebal!. Gimana enggak setiap kali aku ikut nyanyi, suamiku bilang: "ssshhhh, let's her singing!" Haha, sial!


On this Valentine's day, aku tulis dikartu buat suamiku, yang diambil dari lirik lagu lama-nya Whitney: "You Give Good Love", yang gak punya kenangan masa lalu, karena aku ingin mengingat hari ini dimasa nanti. 


I found out what I've been missing
Always on the run
I've been looking for someone

Now you're here like you've been before
And you know just what I need
It took some time for me to see

That you give good love to me baby
So good take this heart of mine into your hands
You give good love to me baby
Never too much
Baby you give good love

Never stopping I was always searching
For that perfect love
The kind that girls like me dream of

Now you're here like you've been before
And you know just what I need
It took some time for me to see

That you give good love to me baby
So good take this heart of mine into your hands
You give good love to me baby
Never too much
Baby you give good love

Now I've stopped looking around
Each night what this life's all about
Our love is here to stay
Baby you give good love


PS. silakan klik kalimat-kalimat berwarna biru, karena itu link ke youtube!

Wednesday, February 8, 2012

Berita Tanah Air (1)


Pilot Lion Air yang tertangkap sedang pesta Narkoba berikut barang bukti berupa peralatan nyabu membantah keras dituduh sebagai pemadat, dalam keterangan pers-nya dia mengatakan bahwa itu kegiatan dalam rangka promosi Lion Air dengan tagline nya: "We Make People Fly". Haha!
Itu joke yang beredar di group bbm. Tadinya aku kasih komen, wooaah si Pilot ternyata brand ambassador yang lagi kampanye!.

Eh, besok sore, berita itu muncul di TV NBC Washington. Pilot Lion Air  Busted for Using Crystal Meth.
Ternyata ini kejadian yang kedua kali bagi Lion Air. Emang sih berita jelek itu pasti jadi Hot News, dan berita baik adalah Advertising & Promotions. So, aku gak protes Reuters atau NBC menayangkan beritanya. Cuman, kok nekat juga si Pilot yah, ini kan menyangkut keselamatan ratusan orang, man!

Belum lagi berita sebelumnya mengenai pengendara Xenia yang menabrak pejalan kaki sampai dengan 9 orang meninggal dan 4 orang luka-luka. Dikabarkan Afriani, pengemudinya mengkonsumsi narkoba. Berita ini pun diliput VOA News sambil membandingkan hukuman yang diterima pengendara mabuk dan drug user di USA.

Aku gak mau menghakimi mereka, well, dulu pernah juga nyoba barang2 haram jadah itu, haha. Tapi bener-bener just for fun, resiko profesi juga gak ada dan sangat meminimalisasi bahaya-bahaya yang akan ditimbulkan.

Sebelum aku mendapatkan Driving Licence, mereka minta untuk ikut 3 jam kursus dan test Drug & Alcohol Education. Karena biarpun kita gak mabuk dan yakin bisa nyetir, tetap aja bila kena tilang dan polisi mengukur kadar alkohol kita yang tadinya minum cuman sekaleng bir, teteeup kena fine! Kalo kedapatan ada kaleng bir atau minuman lain yang terbuka, masih ada isi ataupun kosong itu juga melawan hukum, bisa-bisa SIMnya dicabut. Yang paling parah, udah mabuk terus ada anak kecil pula didalam mobil, wooaah kena hukuman fine and jail time can be doubled!!

Suamiku paling parno kalo kita keluar dinner, padahal dia cuman nenggak segelas alkohol, meskipun gak efek apa-apa sih. Tapi warga USA memang sadar banget akibatnya dan hukuman yang bakal diterima sangat berat. Makanya, banyak orang menggunakan taxi daripada nyetir sendiri.
So, Janganlah sok pede: We make People Fly!.
Lucu juga kampanye anti Narkoba disini pake ikon kyut chick: You Were Born Free, Stay Free of Drugs and Alcohol!