LOVE BEARS ALL THINGS. BELIEVES ALL THINGS. HOPES ALL THINGS. ENDURES ALL THINGS. (Corinthians)
Showing posts with label Christmas 2011. Show all posts
Showing posts with label Christmas 2011. Show all posts

Sunday, January 1, 2012

Christmas Dinner Tradition (English version)

Family togetherness is important, the popular Italian saying "Natale con I tuoi; Pasqua conchi vuoi," which means "Christmas with your family; Easter with whomever you wish."

It has been third year for me to celebrate Christmas with my hubby's family who are Italian. Same like the years before, we went to visit my hubby's cousins family on Christmas Eve for dinner and we had what they called "The Feast of the Seven Fishes", one of my favorite dishes: Seafood!

According to the source, the long tradition of eating seafood on Christmas Eve dates from the Roman Catholic tradition of abstinence – in this case, refraining from the consumption of meat or milk products – on Wednesdays, Fridays and (in the Latin Church) Saturdays, as well as during Lent and on the eve of specific holy days. As no meat or butter could be used on such days, observant Catholics would instead eat fish, typically fried in oil.
The "Feast of the Seven Fishes", a celebration of Christmas Eve with meals of fish and seafood, but there may be seven, eight, or even nine specific fishes that are considered traditional. The most famous dish Southern Italians are known for is baccalà (salted cod fish). Reasons for celebrating with such a simple fish as baccalà is attributed to the greatly impoverished regions of Southern Italy. Fried smeltscalamari and other types of seafood have been incorporated into the Christmas Eve dinner over the years.


The Feast of the Seven Fishes (festa dei sette pesci), celebrated on Christmas Eve, also known as The Vigil (La Vigilia), is believed to have originated in Southern Italyand is not a known tradition in many parts of Italy. Today, it is a feast that typically consists of seven different seafood dishes. However, some Italian-American families have been known to celebrate with nine, eleven or thirteen different seafood dishes. This celebration commemorates the wait, Vigilia di Natale, for the midnight birth of the baby Jesus.

Tradisi Menu Natal ala Itali


Kebersamaan sebuah keluarga di hari Natal amatlah penting bagi orang Itali. Mereka bilang: "Natale con I tuoi; Pasqua conchi vuoi," yang artinya" Natal harus bersama keluarga, merayakan Paskah boleh ama siapa aja."

Tahun ini yang ketiga kali bagi aku merayakan Natal bersama keluarga suamiku yang orang Itali. Seperti tahun-tahun sebelumnya, makan di malam Natal kami rayakan di rumah baru sepupu suamiku. Makan malam yang mereka namakan "The Feast of the Seven Fishes", dengan menu favorit ku: semuanya Seafood!

Thursday, December 22, 2011

Christmas Lights & DKYS

Saat tahun pertama date dengan ST, aku memberikan lampu outdoor hibahan dari sahabatku, untuk dipajang menjelang Natal. Rumah yang dia tempati sejak 13 tahun lalu gak ada sama sekali hiasan Natal. Sementara tetangganya heboh banget ama outdoor decorationEmang sih, Christmas Eve dia merayakan di rumah Ibunya di state lain. Lampu itu cuman dianggurin aja tuh, dan aku gak bisa memaksa untuk dipasang, karena statusnya masih girl friend kan?!


Sehari setelah Thanksgiving di rumah Ibunya, aku membantu untuk menghiasi rumahnya dengan pohon Natal, ornamen koleksinya sejak puluhan tahun lalu. ST diminta untuk memasang hiasan yang gede, berat dan di letakkan yang agak tinggi, juga tentunya Christmas lights. Mesti diingatkan beberapa kali sebelum dia mulai dan itupun sambil ngedumel.

Usai acara pernikahan kami tahun lalu, aku membujuknya untuk membeli pohon Natal dan segala macam pernak-perniknya. Akhirnya dia memulai percakapan: mengapa dia tidak excited dan sama sekali gak ada Christmas Spirit. Berawal sejak Omanya meninggal, saat dia berusia 13 tahun!
Aku jadi terharu, bukan karena cerita dia, tapi justru aku ingat ama kisahku sendiri. Sebelas tahun yang lalu, aku kehilangan Adik laki-laki (Donald Kristian Yoseph Schoe~DKYS) satu-satunya, saat dia baru lulus kuliah, dan memulai karirnya sebagai Graphic Designer. Kecelakaan mobil di Anyer~Banten merenggut hidupnya, 5 hari setelah dia berulang tahun, 4 hari setelah Natal dan gak nyampe 100 hari berpulangnya papa kami ke pangkuan Bapa Surgawi. Hiasan Natal di rumah mama kami, di Manado terpaksa disingkirkan, diganti dengan dekor suasana rumah duka untuk jenasah DKYS disemayamkan!.

Biarpun tidak ada pria lagi di rumah mama, saat menjelang Natal kami tetap mendekor rumah, dari cat rumah, outdoor lighting, pohon Natal, ganti gorden dan aku pasti membeli ornamen yang lucu-lucu dari Metro, PS saat pulkam.

6 tahun lalu, mamaku akhirnya menyusul papa dan DKYS disurga. 3 tahun sebelum aku hijrah ke US, ritual aku dan adik perempuanku satu-satunya bertambah, yaitu membersihkan kuburan, menaruh bunga segar dan memasang lilin, saat senja di malam Natal.

Mengenang masa kecil kami, yang sangat excited sekali dengan Santa Claus. Awal Desember, pasti ada acara yang diselenggarakan sekolah minggu, atau kantor papa kami, dimana Santa Claus dan Piet Hitam beneran  datang ke rumah, sambil nakut-nakutin kalo jadi anak nakal, bakal di masukin di karung.

Biasanya sehabis perayaan ulang tahun DKYS di malam Natal, kami menaruh rumput di sepatu keds di depan pintu kamar. Pagi harinya, sudah ada kotak hadiah dari Santa Claus (Ini sih dari mama-papa kami).
Masa remaja kami, Natal tanpa Santa Claus, karena kami sudah bisa memilih dan meminta hadiah yang diinginkan. Dan kamipun mulai terlibat dalam mendekor rumah dan membuat kue Natal. DKYS kebagian memasang lampu-lampu, papaku tetap dikasih tugas istimewa, memasang bintang diatas pohon Natal, setelah kami selesai menaruh semua ornamen. Papaku suka memutar lagu Natal klasik dari Jim Reeves favoritnya, bergantian dengan kami yang suka Wham atau Queen. Aku dan adikku perempuan membantu Mama membuat kue-kue Natal dengan resep klasik. Ketika kami mulai dewasa dan sudah kerja, kue-kue cuman order dan bayar, dan jadi Santa Claus! Haha..

Kini, aku hanya bisa mengenang dan justru ingin mengulang serta menghidupkan kembali tradisi dan kenangan indah jadul menjelang Natal keluargaku. Dengan begitu, aku merasakan kehadiran mereka, ada damai, sukacita dan tentu saja airmata!.


Akhirnya, ST semangat anterin Christmas shopping, membantu aku memasang hiasan Natal dari indoor-outdoor lights, sampe yang tinggi dan susah dijangkau, Dia iya-iya aja pas aku bilang tema tahun ini Purple Christmas!
Uuggghh, sambil mewek nih ngetiknya, dengerin Cold Play ajah deh!
Merry Christmas to people I love in Heaven and Earth! 
Peace be with you!